Ada Rasa Keadilan yang Terusik dan Terluka, Todung Mulia Lubis dkk. akan Laporkan Majelis Hakim PN Medan ke KY dan MA

Image

*Persidangan Diduga Sebagai Ajang Peradilan “Rekayasa” atau “By Order”

Medan,

Pengacara kondang Todung Mulia Lubis dan kawan-kawan dari Lubis, Santosa & Maramis Law Firm dan Kurniawan & Associates segera akan melaporkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan yang mengadili dan menjatuhkan vonis terhadap kliennya, Ignasius Sago, dengan hukuman 18 bulan penjara dengan perintah segera ditahan kepada Komisi Yudicial (KY) dan Mahkamah Agung (MA). Karena persidangan perkara tersebut diduga sebagai ajang peradilan “rekayasa” atau “try out” (coba-coba) atau “by order” dari pihak-pihak tertentu.

Perkara tersebut adalah Putusan Perkara Pidana No. 1545/PN.Mdn pada tanggal 27 Desember 2012. “Sejak awal proses pemeriksaan berkas perkara klien kami, terdakwa Ignasius Sago, telah terdapat kejanggalan-kejanggalan dan penyimpangan-penyimpangan yang terjadi. Salah satunya adanya pemberkasan ‘secara bersama-sama’ akan tetapi faktanya tidak terdapat berkas perkara terdakwa lainnya baik secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri yang dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Medan bersama-sama dengan berkas perkara klien kami,” ungkap Todung Mulia Lubis bersama rekan-rekannya Penasehat Hukum terdakwa Ignasius Sago, antara lain Junirwan Kurnia SH dan Arif. Turut pula hadir saat itu Wakil Bupati Madina Dahlan Nasution.

Seperti telah diberitakan media massa, satu Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan yang diketuai Erwin Mangatas Malau menjatuhi hukuman 18 bulan penjara terhadap Komisaris PT Tri Bahtera Sejahtera Drs Ignasius Sago, Kamis (27/12/2012). Terdakwa dinyatakan terbukti memasukkan keterangan palsu dalam akta otentik sehingga mengakibatkan kerugian terhadap PT Madina Agro Lestari, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) dan notaris secara umum. Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nilma Lubis dan Dwi Meily Nova menuntut terdakwa dengan hukuman 2 tahun penjara.

Majelis hakim dalam amar putusannya menyebutkan, terdakwa terbukti melanggar Pasal 266 Ayat 1 KUHP jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. Sebelumnya, dalam dakwaan disebutkan, 18 akta pelepasan hak tanah dengan ganti rugi No 19 s/d 36 tanggal 24 September 2010, menerangkan tanah seluas lebih kurang 526,1533 hektar di Desa Sikapas, Kecamatan Singkuang, Kabupaten Madina, Sumatera Utara, telah diganti rugi oleh Edysa selaku Direktur PT TBS terdakwa Ignasius Sago selaku Komisaris PT TBS kepada saksi Ir Octo Bermand Simanjuntak sebesar Rp31,568 miliar. Tapi ternyata Octo tidak ada menerima pembayaran sebesar Rp31,568 miliar. 
Akta pelepasan hak dengan ganti rugi No 19 s/d 36 Tanggal 24 September 2010 yang dibuat Notaris Soeparno SH digunakan terdakwa Ignasius Sago untuk memperoleh izin usaha perkebunan, sesuai Keputusan Bupati Madina Nomor 525.25/037.a/K/2011 tanggal 14 Februari 2011 dan izin lokasi sesuai dengan Keputusan Bupati Madina Nomor 525/043/K/2011 Tanggal 22 Februari 2011. Hal ini menimbulkan kerugian bagi PT Madina Agro Lestari sebesar Rp 4,966 miliar lebih, karena luas areal izin lokasi milik PT Madina Agro Lestari berkurang dari semula 6.500 hektar menjadi 5.656,84 hektar.

Kemudian, hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap Pemkab Madina karena tidak ada kepastian hokum karena menggunakan akta pelepasan hak dengan ganti rugi No 19 s/d 36 Tanggal 24 September 2010 yang isinya tidak sesuai dengan sebenarnya. Selain itu, secara umum menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap Pejabat Pembuat Akta (Notaris) karena Notaris Suparno SH menerbitkan akta yang isinya tidak sesuai dengan sebenarnya.

PERDATA

Proses persidangan dan putusan Majelis Hakim PN Medan tersebut mengundang tanggapan serius dari Todung Mulia Lubis dkk selaku Penasehat Hukum (PH) terdakwa Ignasius Sago. Todung menegaskan, kasus ini sebenarnya sama sekali tidak mengandung unsur pidana, kalaupun mau diperkarakan berada dalam lingkup perdata.

“Sejak awal sudah saya katakan, there’s no cases, tidak ada kasus, tidak ada unsur pidana, ini murni perdata,” katanya. Menurut Todung, perkara ini bermula dari jual-beli tanah sehingga segala ketidaksesuaian seharusnya diselesaikan dengan cara musyawarah, jika tidak puas baru dilakukan gugatan tetapi bukan secara pidana melainkan gugatan perdata.

“Kalau kasus jual-beli tanah dijadikan pidana, maka itu berarti dijadikan alat penekan. Lalu apa yang akan terjadi di dunia hukum negeri ini. Ini akan menjadi preseden buruk, berapa ribu kasus jual-beli tanah yang selanjutnya nanti akan dijadikan kasus pidana,” tutur Todung.

Menurutnya, sejak awal ia sudah menyatakan  kasus itu murni perdata yang sudah berbicara kepada pihak kepolisian termasuk Polda Sumut dan pihak Kejaksaan yang menangani perkara itu. Namun karena sudah menjadi proses hukum, maka pihaknya menghargai hukum dan tetap mengikuti proses yang berlangsung. “Tetapi kemudian tampak jelas, satu kejanggalan proses hukum luar biasa,” tukas todung.

Salah satu kejanggalan, misalnya menurut Todung, normalnya satu putusan Majelis Hakim diambil antara 1 atau 2 minggu setelah duplik dari terdakwa, tetapi putusan majelis hakim yang ini hanya sehari setelah pembacaan duplik sehingga menjadi tanda tanya kapan majelis hakim bermusyawarah dan mempertimbangkan semua fakta-fakta persidangan. Apalagi dalam amar putusan disebutkan berdasarkan musyawarah majelis hakim pada tanggal 26 Desember 2012, yaitu pada hari sidang pembacaan duplik yang nota bene berlangsung sore hari.

“Ini putusan super kilat, super cepat. Selama pengalaman saya 30 tahun menjadi pengacara, baru pertama kali saya menemukan putusan super cepat seperti ini. Kapan Majelis Hakim bermusyawarah? Saya curiga musyawarah hanya formalitas saja, putusan sudah disiapkan. Saya sungguh terkejut, ada apa di balik putusan super cepat ini? Pasti ada sesuatu di balik ini,” ungkap todung.

Kejanggalan lainnya, lanjut Todung, dalil-dalil hukum dari penasehat hukum dalam pembelaan maupun duplik, keterangan saksi-saksi fakta di persidangan dan saksi ahli tidak dipertimbangkan padahal seharusnya semua keterangan di persidangan dipertimbangkan secara seimbang sesuai prinsip equality amrs. “Jadi ada rasa keadilan yang terusik, terluka oleh putusan Majelis Hakim itu,” cetus Todung.

Lebih dari itu, Todung juga menyoal putusan yang disertai perintah tahan terhadap terdakwa yang menurutnya sama sekali tidak ada urgensinya. “Ignasius Sago bukan terdakwa narkoba, bukan terdakwa korupsi dan bukan terorisme. Ini adalah kasus dari sebuah transaksi perdata berjual jual-beli tanah saja, kenapa dipaksanakan untuk ditahan padahal ada hak-hak hukum yang masih bisa ditempuh terdakwa,” katanya.

Karena itu, tegas Todung Mulia Lubis yang diaminkan Junirwan Kurnia SH dan Arif, begitu mendapat salinan putusan dan mempelajarinya maka segera akan melaporkan Majelis Hakim yang menyidangkan perkara tersebut kepada Komisi Yudicial (KY) dan Mahkamah Agung. “Pelanggaran dan kejanggalan pada peradilan ini tidak boleh dibiarkan, sekali dibiarkan maka selanjutnya akan lahir korban ‘Sago-Sago’ yang lain,” ketusnya.

Sementara itu Junirwan Kurnia SH menambahkan, persidangan kasus terdakwa Sago ini lebih seperti peradilan perdata karena bertumpu pada bukti formal, bukan seperti sidang kasus pidana yang mencari kebenaran material. Junirwan Kurnia SH menduga adanya campur tangan Markus (makelar kasus) dalam perkara ini, sehingga Sago dijadikan terdakwa pidana.

Sedangkan Arif menambahkan, di persidangan Notaris yang disebutkan dalam putusan menderita kerugian justru saat dihadirkan sebagai saksi menyatakan tidak merasa dirugikan. Begitu pula Pemkab Madina yang disebut dirugikan, saat memberikan kesaksian di persidangan melalui Kepala Dinas Perkebunan dan Pertanian justru menyatakan tidak merasa dirugian. Bahkan PT Madina Agro Lestari yang disebut dirugikan, saat menjadi saksi mengatakan tidak dirugikan melainkan ada pihak ketiga yang dirugikan tetapi sama sekali tidak dapat menyebutkan siapa pihak ketiga yang dirugikan tersebut.

Lebih seru lagi, Wakil Bupati Dahlan Nasution yang saat itu hadir juga turut menjelaskan bahwa Pemkab Madina sama sekali tidak dirugikan dalam kasus tersebut. Bahkan menurutnya, sejak awal hingga sekarang, jika ada pihak yang merasa dirugikan maka pihak Pemkab Madina bersedia memfasilitasi peninjauan ke lapangan untuk mengukur lahan yang diperkarakan, agar jelas mana lahan yang dipersoalkan dan apakah benar ada tumpang tindih.

“Dari Pengadilan tidak pernah pihak Pemkab Madina diminta untuk menunjukkan lahan di lapangan, untuk mengecek mana yang tumpang-tindih,” ujar Dahlan Nasution.

Wakil Bupati ini juga sempat menjelaskan, bahwa Ignasius Sago di daerah Madina dianggap sebagai bapak yang banyak membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat. Termasuk dengan membiayai pembukaan kebun kelapa sawit, dengan kompensasi hanya hasil panennya saja dijual kepadanya dengan harga pasar.

“Makanya, sedih kita melihat Pak Sago dibeginikan,” cetusnya.

Foto: Dari kiri: Todung Mulia Lubis, Junirwan Kurnia, Arif dan lainya saat memberi keterangan di Medan, Kamis (3/1). Inzet: Wakil Bupati Madina Dahlan Nasution.

Sumber: http://harianmandiri.com/hukum/todung-mulia-lubis-dkk-akan-laporkan-majelis-hakim-pn-medan-ke-ky-dan-ma/935

Advertisements
| Tagged , , , , , , | Leave a comment

KOPERASI BINAAN PT. SAGO NAULI – SDM HANDAL MASA DEPAN

Siap-siap pegang dada Anda jika kita bertanya berapa harga pasaran per kavling kebun sawit seluas 2 hektar di Sinunukan sekarang. Jangan terkejut jika saat ini pasaran kebun sawit per kavlingnya telah mencapai kisaran Rp 150-200 juta. Padahal dahulunya sebelum dibangun menjadi kebun harga pasaran per kavlingnya hanya sekitar Rp 500 ribu saja.

Paragrap di atas tidak mengada-ada.  KUD Cahaya dengan mudah bisa memperoleh kredit dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebesar Rp 60 juta/KK dan urusan perkreditan ini dilakukan sendiri oleh Pengurus KUD kepada Pihak Bank. “Saya bangga bahwa kualitas sumber daya manusia di Sinunukan juga ikut terdongkrak dengan keberadaan kami. Mereka telah mandiri dan dapat berhubungan langsung dengan Pihak Perbankan bahkan sudah memiliki armada angkutan sawit sendiri dan membangun kantor sendiri. Hal ini perlu dihargai dan dijadikan panutan KUD lainnya.” tutur Direktur Utama PT. Sago Nauli kepada Pengurus KUD.

Kabar gembira lainnya dari KUD Cahaya adalah rencana penyaluran kredit lunak kepada anggotanya dengan tingkat bunga yang lebih rendah dari bank pada umumnya. “Rencana ini tidak dapat dianggap sederhana dan jika tidak didukung oleh SDM yang handal maka akan sulit terlaksana, tetapi kami berupaya dengan segenap tenaga untuk membimbing seluruh KUD binaan kami untuk menuju ke sana. KUD bersaing dengan Bank dalam hal perkreditan bukanlah mustahil.” demikian pernyataan Direktur Utama PT. Sago Nauli dalam menyambut rencana tersebut.

Admin.

Posted in Berita | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

PT. SAGO NAULI – PEMBANGUNAN TIADA HENTI

Didirikan pada tahun 1995, hingga kini PT. Sago Nauli terus berkiprah di bumi Mandailing Natal. Pembangunan plasma yang berkesinambungan terus dilakukan seiring dengan dukungan dari berbagai elemen masyarakat dan meningkatnya animo masyarakat untuk bertanam sawit.

Perbaikan infrastruktur seperti akses jalan dan jembatan dilakukan secara swadaya guna membantu masyarakat sekitar agar lebih mudah menjangkau pasar. Pemenuhan kebutuhan pokok dan memasarkan hasil pertanian membutuhkan akses jalan dan jembatan yang baik, jika tidak semuanya stagnan dan mengakibatkan keterisolasian yang lebih parah. Perbaikan jalan dan jembatan secara swadaya ini sudah menjadi tradisi Perusahaan sejak tahun 1997 hingga sekarang ini.

Baru-baru ini juga PT. Sago Nauli melakukan perawatan jalan dan jembatan di wilayah Sinunukan sebagai upaya untuk mendukung kelancaran perekonomian masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung. Selain itu rencana pembangunan industri strategis yang menopang perekonomian Masyarakat Pesisir sedang dalam tahap pematangan. “Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar dan dalam waktu dekat industri baru yang kita bangun bisa memberikan efek langsung kepada masyarakat.” demikian tutur Direktur Utama PT. Sago Nauli.

Perkembangan perekonomian di Mandailing Natal telah membawa kesejahteraan kepada masyarakat secara umum. PT. Sago Nauli terus berusaha mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi dan pemerataannya supaya masyarakat dapat menikmati buah pembangunan. Suatu usaha yang tidak sia-sia.

Admin.

Posted in Berita | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment

PEMEKARAN DESA DAN KECAMATAN – BUAH KESEJAHTERAAN EKONOMI KERAKYATAN

Seiring dengan pertumbuhan ekonomi, daerah yang dahulunya disebut dusun sekarang berubah menjadi desa. Desa kemudian semakin berkembang lagi menjadi lebih besar dan melahirkan dusun baru. Dusun yang baru kelak menjadi Desa tersendiri yang mandiri. Perkembangan ini membawa kita kepada pertanyaan: Mengapa suatu dusun atau desa lebih cepat berkembang tetapi tidak demikian untuk Desa atau Dusun lainnya?

Hampir semua aktivitas kita digerakkan oleh suatu sumbu, sumbu tersebut bernama perekonomian. Semakin tinggi aktivitas perekonomian di suatu daerah maka semakin cepat daerah itu berkembang. Jadi fundamental konsep pemekaran daerah; baik dusun, desa, kecamatan maupun kabupaten biasanya didahului (kalau tidak bisa disebut didasari) oleh aktivitas perekonomian.

Selanjutnya, sesuai dengan salah satu tujuan utamanya, pemekaran yang terjadi akan memberikan dampak percepatan pembangunan di berbagai sektor yang terfokus pada keunggulan yang ada di daerah tersebut. Jadi sesuatu yang sebelumnya sudah ada lebih ditingkatkan dan lebih disinergikan untuk mencapai sasaran utama pemekaran tadi. Sinergi yang paling dibutuhkan untuk percepatan ini tentu saja sarana dan prasarana. Akses-akses yang selama ini kurang memadai seperti  jalan, jembatan, komunikasi, transportasi dan lain sebagainya perlu dioptimalkan.

Sepuluh tahun yang lalu Kecamatan Sinunukan merupakan bagian dari Kecamatan Batahan. Kini Kecamatan Sinunukan telah mandiri dan berkiprah di bumi Mandailing Natal sebagai salah satu kecamatan yang menonjol meskipun usianya masih muda. Memiliki sekitar lebih dari 10.000 Kepala Keluarga dengan pendapatan per kapita yang semakin meningkat, Kecamatan Sinunukan telah berkiprah sebagai buah pemekaran yang berhasil dikarenakan faktor perekonomian yang mendasarinya.

Berdasarkan data dari Kepala Desa, tingkat pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) warganya telah mencapai 97%. Hal ini membuktikan bahwa sinergi yang baik akan menghasilkan pembangunan yang berkesinambungan dan menguntungkan semua pihak secara luas. Angka 97% bukanlah merupakan tujuan akhir karena target kita bersama adalah 100%. Semua pasti setuju… Amin…

Admin.

Posted in Berita | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

KOPERASI UNIT DESA – TULANG PUNGGUNG EKONOMI KERAKYATAN

Bung Hatta, Bapak Koperasi kita sangat patut dikenang jasanya. Konsep beliau mengenai koperasi sangat relevan dengan kondisi masyarakat kita. Kita semua pasti setuju bahwa beliaulah pendiri Koperasi yang bercitarasa Indonesia. Mengapa? Hal ini dikarenakan pemahaman beliau yang begitu mendalam tentang pranata sosial masyarakat kita.

Koperasi Unit Desa Cahaya dan Koperasi Unit Desa Hemat, merupakan koperasi yang menonjol di Kabupaten Mandailing Natal berusaha mewujudkan impian Bung Hatta tersebut. Pada Idul Fitri 1431H kali ini KUD Cahaya mengadakan acara Pasar Daging Murah untuk anggota Koperasi dan masyarakat sekitarnya. Harga jual daging sapi ini lebih murah sekitar Rp 10 – 15 ribu dari harga pasar yang umum. Tak kalah dengan KUD Cahaya, KUD Hemat juga berkiprah dengan caranya sendiri, yakni membagi-bagikan sirup Markisa kepada seluruh anggotanya secara cuma-cuma sebanyak 2 botol per anggota. Hal ini membuat sukacita masyarakat semakin bertambah dalam rangka menyambut Idul Fitri 1431H.

Direktur Utama PT. Sago Nauli merasa bangga terhadap inisiatif para Pengurus KUD Cahaya dan KUD Hemat tersebut. “Kegiatan seperti ini sedapat mungkin terus dilanjutkan dari waktu ke waktu agar seluruh lapisan masyarakat turut merasakan kegembiraan dalam menyambut Idul Fitri ini.” tukasnya. “Kami mendukung aktivitas yang mulia ini karena hal ini sangat membantu masyarakat kita. Kita bangga bisa berbagi kebahagiaan dengan cara kita sendiri. Sekecil apa pun kita berbuat asal tujuannya baik pasti berharga di mataNya.” lanjutnya.

Semoga dimasa yang akan datang semakin banyak KUD lain bisa meniru langkah-langkah yang telah dicontohkan oleh KUD Cahaya dan KUD Hemat. Alangkah indahnya berbagi di hari yang fitri. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431H, minal aidin walfaizin, mohon maaf lahir dan bathin…

Admin.

Posted in Berita | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

PT. SAGO NAULI – SEBUAH KEPERCAYAAN YANG MENGAKAR

Jika kita bicara tentang Desa Sinunukan di Kabupaten Mandailing Natal, tak lengkap rasanya jika kita tidak menyinggung PT. Sago Nauli. Mengapa? Karena di sanalah sebuah torehan (kalau tidak bisa disebut sebagai legenda) yang sangat membekas di hati masyarakat.

Didirikan pada tanggal 11 April 1995, PT. Sago Nauli berkiprah di bumi Sinunukan nun jauh di sana, tempat yang dulunya sangat terpencil dan dapat dikatakan tidak ada satu pihak pun yang mau meliriknya. “Sangat sulit membayangkan situasi dahulu dibandingkan sekarang,” kenang Pak Darsono, seorang pemuka Masyarakat yang mengetahui secara persis awal kiprah PT. Sago Nauli di sana.

“Kini, saya merasa sangat bangga dan terus terang, hampir tidak percaya dengan kondisi yang ada sekarang ini”, tukas Pak Darsono hampir menangis mengenang masa-masa sulitnya membangun Desa tempat di mana warga transmigrasi ditempatkan Pemerintah. “Saya rasa tiada seorang pun rakyat di sini yang tidak bersyukur”,  katanya menerawang ke masa silam. “Dulu warga di sini tidak memiliki pekerjaan tetap, apalagi penghasilan tetap. Dapat hari ini habis hari ini juga. Apapun dikerjakan demi untuk mengisi perut.” “Sekarang jika warga Sinunukan bepergian ke “kota” (Panyabungan atau Padang Sidempuan – red), semua orang yang bertanya dari mana asal mereka paham siapa warga saya.”

Pernyataan di atas bukanlah isapan jempol belaka. Inilah bukti suatu simbiosis mutualistis yang harmonis. Diletakkan dengan dasar kepercayaan yang berakar kuat. Hal ini tentu saja bukan sesuatu yang tumbuh begitu saja. Keterlibatan peserta plasma dan bukti nyata dari pendapatan yang menopang ekonomi mereka sungguh suatu kondisi yang mempersubur kepercayaan yang dibangun.

“Bagi saya yang penting masyarakat bisa merasakan kehadiran Perusahaan kami. Kami ada karena mereka dan demikian sebaliknya. Kami tumbuh dan berkembang bersama, termasuk jatuhbangun dalam situasi sulit seperti krismon, laju inflasi yang tinggi dan situasi lain di luar kendali kita.” Demikian tutur Direktur Utama PT. Sago Nauli.

Kepercayaan layak dijaga, karena ia tidak tumbuh dengan sendirinya melainkan dibangun bersama. Menjaga dan membangun kepercayaan itu sama sulitnya. Jadi kerja keras dan transparansi senantiasa diperlukan untuk melanggengkan komitmen yang telah dibina selama ini.

Admin.

Posted in Berita | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

PERTUMBUHAN EKONOMI MASYARAKAT SINUNUKAN BERPROSPEK CERAH

Sinunukan Rakyat Madani

Ekonomi masyarakat Sinunukan akhir-akhir ini makin membaik, pertumbuhan ini sejak mulainya produksi hasil sawit kebun plasma yang dikelola PT. Sago Nauli, masyarakat Sinunukan I-II-III- IV yang tergabung dalam wadah KUD sebagai pemilik kebun Plasma di bawah naungan PT. Sago Nauli sebagai bapak angkat, senantiasa mendapatkan pembagian dana hasil penjualan TBS.

Pertumbuhan ekonomi masyarakat menurut pengurus KUD di Sununukan didukung oleh penyerahan hasil usaha oleh PT. Sago Nauli benar-benar transparan, artinya tidak menimbukan keraguan bagi masyarakat selaku anggota KUD. Setiap bulannya anggota menerima / membagi hasil yang bervariasi, itu tergantung jumlah produksi kebun plasma yng dipanen”, kata pengurus KUD.

Iktikat baik pihak PT. Sago Nauli benar-benar dirasakan masyarakat selaku anggota KUD pemilik kebun plasma. Jika sikaf transparan yang di persembahkan PT. Sago Nauli kepada anggota KUD berkesinambungan, dalam waktu yang tidak lama, masyarakat Sinunukan akan menjadi makmur, karena setiap bulannya merasakan peningkatan pendapatan.

Pengurus KUD mengatakan, memang diakui adanya kelompok-kelompok kecil yang merasa kurang puas sehingga mengembangkan rumor di masyarakat bahwa PT. Sago Nauli sebagai bapak angkat membodoh-bodohi masyarakat, hal ini sebenarnya akibat dari segelintir masyarakat yang tidak tahu diri, sebab transparan yang dilakukan pihak PT. Sago Nauli sangat mendatangkan keberuntungan bagi masyarakat pemilik lahan sekalius sebagai anggota KUD.

Maka kedepan, kata pengurus KUD, pihaknya semakin meningkatkan kerja sama dan hubungan baek dengan PT. Sago Nauli, agar pintu kemakmuran bagi rakyat di Kecamatan Sinunukan semakin terbuka lebar.

Sumber: http://tabloidrakyatmadani.wordpress.com/pertumbuhan-ekonomi-masyarakat-sinunukan-berprospek-cerah/

Admin.

Posted in Berita | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment